"Tidak ada jeda musim dingin dan ini adalah hal terburuk dalam budaya sepakbola Inggris. Haln ini tidak bagus untuk sepakbola Inggris."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun alih-alih memikirkan kondisi pemain secara umum, Van Gaal lebih baik memikirkan nasibnya sendiri saat ini. Manajer asal Belanda itu bisa saja didepak lebih cepat bila tak segera menemukan formula tepat untuk mengembalikan United ke jalur kemenangan.
United sudah tersingkir di Liga Champions, sehingga kepercayaan terhadap Van Gaal di Old Trafford pun mulai terkikis.
Pada laga Boxing Day, United bakal bertandang ke markas Stoke City. Laga ini bakal jadi laga krusial penentu masa depan Van Gaal.
Van Gaal bisa saja lepas dari tekanan pendukung sendiri di laga ini karena timnya bakal bertindak sebagai tim tamu, namun rekor fantastis United di laga Boxing Day tetap akan jadi beban buat timnya saat ini.
United memenangkan 18 dari 19 laga terakhir yang mereka jalani di Boxing Day. Karena itu bila United takluk di hadapan Stoke, maka itu akan jadi 'dosa' berikutnya yang dibuat Van Gaal setelah kegagalan di Liga Champions.
Bila menang atas Stoke pun, Van Gaal belum bisa tersenyum. Pasalnya ada dua laga berat berikutnya dalam sepekan ke depan, yaitu menjamu Chelsea di Stamford Bridge pada 28 Desember dan Swansea City empat hari kemudian.
Jika rapor Van Gaal di tiga laga tersebut buruk, maka Natal dan akhir tahun ini bisa jadi benar-benar akan jadi hari-hari yang tak menyenangkan bagi Van Gaal karena dirinya terdepak dari Manchester United. (ptr/ptr)