Keberhasilan Guardiola menyulap Barcelona jadi tim hebat ternyata tidak dilatarbelakangi oleh latihan yang panjang dan dalam waktu yang lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berlatih tentang bagaimana cara bermain yang kami inginkan di pertandingan, mengerahkan seluruh energi yang kami miliki dan memperhatikan benar setiap detail tentang permainan," ucap Henry seperti dikutip dari Goal.
"Publik selalu berkata dan mengagumi bagaimana bagusnya tim Guardiola saat menguasai bola, melakukan trik dan sentuhan, serta perihal mencetak gol."
"Apa yang publik lupakan adalah fokus tim Guardiola saat bertahan karena skema pertahanan tim Guardiola adalah menempatkan semua pemain di posisi yang tepat. Dan formula itu terus dikembangkan selama latihan," ujar Henry.
Dengan formasi dan pergerakan yang terstruktur di lapangan, tim di bawah asuhan Guardiola memang terlihat mendominasi permainan dan jarang mendapatkan tekanan dari lawan.
"Hal itu karena Guardiola terus meminta pemainnya berlari. Bahkan ketika kami ingin minum saat latihan, kami harus berlari cepat untuk melakukannya."
"Satu hal lagi yang selalu ditekankan Guardiola adalah tidak boleh ada ego individu dalam timnya. Guardiola menginginkan timnya selalu melakukan segala sesuatunya sebagai sebuah tim," ujar Henry.
Guardiola baru saja memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya di Bayern Munich pada akhir musim nanti. Namun sejauh ini Guardiola belum mengatakan tim mana yang akan jadi pelabuhan baru bagi dirinya meskipun banyak rumor meyakini Guardiola akan pergi ke Liga Inggris. (ptr)