Balotelli dipinjam AC Milan dari Liverpool pada musim panas tahun lalu. Namun, sejak saat itu dia kesulitan untuk mendapat tempat di skuat utama Rossoneri. Sejak kompetisi Serie A musim 2015/16 bergulir pada Agustus 2015, Balotelli hanya bermain sebanyak empat kali dan baru mencetak satu gol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Italia memiliki tahun-tahun pencerahan lebih belakang dibandingkan negara-negara lain dalam hal menghormati (sesama manusia). Ada rasialisme dalam permainan (sepak bola): Beberapa di antaranya tidak disadari, tetapi pemain kulit hitam harus melakukan (upaya) dua kali lipat dibandingkan orang lain untuk membuktikan diri,” sambung Raiola.
Beberapa bulan sebelumnya, mantan pelatih Milan dan timnas Italia, Arrigo Sacchi sempat mengatakan di media nasional Italia bahwa timnas junior Italia ‘terlalu banyak kulit hitam’. Ia banyak mendapat kritik akibat komentarnya itu, namun Sacchi menolak tudingan dirinya berlaku rasis.
Berdasarkan hasil penelitian organisasi antidiskriminasi Kick it Out menyatakan Balotelli mendapatkan lebih dari empat ribu pesan rasialisme di media sosial.
Tak terlepas dari persoalan-persoalan diskriminasi tersebut, Raiola menilai seharusnya pelatih timnas Italia Antonio Conte memanggil Balotelli sebagai salah satu penyerang untuk ajang Piala eropa 2016 di Perancis.
“Conte harus memanggil Mario karena dia adalah penyerang terbaik Italia,” ujar Raiola.
“Enzo Bearzot memanggil Paulo Rossi pada 1982 meski dia tidak aktif bermain dan kami berhasil memenangkan Piala Dunia. Saya yakin bahwa Mario akan menang di bawah Conte.” (kid)