Pada El Clasico musim 2002/2003 saat Madrid bertindak sebagai tuan rumah, Zidane dan Enrique sempat bersitegang. Pertikaian keduanya bahkan membuat nyaris seluruh anggota kedua tim berkumpul pada titik yang sama di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keributan pun dimulai. Thiago Motta sudah coba menenangkan Zidane namun tak berhasil. Pemain Barcelona dan Madrid mulai berdatangan dan hendak memisahkan pertikaian.
Puyol yang sempat terjatuh bangkit dan coba masuk ke kerumunan namun dengan sigap bek Madrid, Roberto Carlos menenangkannya.
Beruntung masih ada pemain-pemain yang berkepala dingin saat itu di kedua kubu seperti Ivan Helguera, Luis Figo, dan Ronaldo di kubu Madrid, serta Roberto Bonano, Patrick Kluivert, dan Frank de Boer. Jika tidak, bukan mustahil keributan yang lebih besar bakal tercipta.
Lebih dari satu dekade berlalu sejak peristiwa itu, kini Zidane dan Enrique akan kembali berhadapan. Sebagai arsitek Madrid dan Barcelona, tentunya mereka akan jadi rival.
Dengan latar belakang pertarungan terdahulu, hubungan Zidane-Enrique diyakini bakal sama panasnya dengan rivalitas Pep Guardiola-Jose Mourinho di El Clasico beberapa tahun silam.
Selain persaingan Barcelona-Madrid, Lionel Messi-Cristiano Ronaldo, trio MSN-trio BBC, kini bumbu El Clasico akan bertambah lewat hadirnya duel Enrique-Zidane! (ptr)