Pasalnya, usai rapat khusus terkait pembangunan wisma atlet yang dilangsungkan di Sekretariat Negara, Selasa (5/1), diputuskan pembangunan wisma atlet di Blok C-2 dan D-10, Kemayoran, akan ditangani Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan untuk blok C-3 di kompleks Kemayoran akan ditangani Perumnas, tapi masih membutuhkan surat keputusan dari Presiden."
"Anggaran 500 miliar untuk renovasi venue GBK yang tadinya di tangan Kemenpora, akan diblokir dan dialihkan kepada Kemenperupera dengan menggunakan anggaran BA-BUN 99," ujar Gatot melanjutkan.
Gatot menyatakaan dengan beralihnya penanganan renovasi GBK membuat pihaknyakini fokus kepada peningkatan prestasi atlet agar dapat tampil lebih baik di Asian Games mendatang.
Lelang yang Dipercepat
Selain pembangunan wisma atlet dan renovasi GBK yang kini diurus Kemenperupera, Gatot juga menyampaikan mengenai percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Asian Games.
Rancangan masterplan yang disiapkan Kemenpora dan Kemenperupera pun ditargetkan bisa rampung pada pekan depan. Selanjutnya lelang pembangunan infrastruktur juga diharapkan akan dimulai pekan depan. Tanda tangan kontrak itu direncanakan selesai 9 Maret mendatang.
"Mengingat OCA (Komite Olimpiade Asia) sudah mulai berkantor di Jakarta, Januari nanti, maka Menteri PU ingin bergerak cepat dan pekan depan mulai melakukan lelang," ujar Gatot menambahkan.
"Aktivitas lelang itu juga harus dilaporkan kepada OCA agar terlihat keseriusan Indonesia untuk menyelenggarakan Asian Games." (kid)