Stoner menganggap HRC tidak memaksimal perannya di tim Repsol Honda. Bahkan ketika Dani Pedrosa absen di tiga seri pada awal musim MotoGP 2015, HRC lebih memilih menggunakan jasa Hiroshi Aoyama ketimbang Stoner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stoner yang akhir tahun 2015 memutuskan pindah ke Ducati, mengklaim Marquez takut nama besarnya di Honda akan tenggelam jika pebalap asal Australia itu tampil bersama Honda.
"Saya berada di Honda untuk melakukan sejumlah tes, mencoba sesuatu yang baru, kemudian ditransfer ke pebalap. Jadi, saya di sana membantu Marquez. Tapi, pebalap nomor satu adalah satu-satunya yang harus diikuti."
Meski merasa potensinya tidak dimaksimalkan Honda, Stoner mengaku tidak marah dengan tim asal Jepang tersebut. Pebalap 30 tahun itu tetap punya hubungan yang baik dengan Honda.
"Saya sangat menghormati (wakil presiden HRC Shuhei) Nakamoto. Saya yakin hubungan kami tidak akan terganggu karena masalah ini. Saya tidak punya dendam terhadap Honda," tegas Stoner.
Stoner punya peran yang lebih penting bersama Ducati. Selain menjadi duta besar dari pebalap tes, Stoner juga akan tampil di Pekan Ducati Internasional pada 1-3 Juli mendatang dan sejumlah tes resmi MotoGP.
Ducati juga berpeluang menurunkan Stoner di sejumlah seri MotoGP 2016 lewat status wildcard. (har)