"Di satu sisi saya senang karena tidak semua pelatih punya kesempatan belajar langsung ke Italia, ke negaranya sepak bola. Apalagi dengan dibiayai klub," kata Djadjang kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu (10/1).
"Tapi di sisi lain, saya juga sedih harus meninggalkan para pemain. Pasti sedih ya," kata mantan pemain Persib di era 1980-an itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer Persib, Umuh Muchtar, menyatakan Persib belum memiliki calon pengganti Djadjang dan proses pencariannya akan ditangani langsung Glenn Sugita, Direktur Utama PT Persib Bandung (PT PBB).
Kepergian Djadjang juga disambut perasaan campur aduk penjaga gawang Persib I Made Wirawan.
"Sedih sih ditinggal beliau, tapi saya bangga dan senang karena coach akan dapat ilmu baru di Italia. Terima kasih coach atas kepercayaannya, bimbingannya selama ini. Terima kasih atas semua prestasi yang sudah diberikan kepada kami pemain selama ini," kata Made kepada situs resmi klub.
"Mudah-mudahaan saat Pak Djadjang balik Indonesia, kompetisi sudah berjalan dan beliau bisa balik lagi buat Persib," ucapnya.
(vws)