Stoner menganggap Lorenzo lebih pantas menjadi juara dunia, pasalnya pebalap asal Spanyol itu tampil lebih impresif sekaligus meraih kemenangan lebih banyak. Musim lalu Lorenzo merebut tujuh kemenangan, sedangkan Rossi hanya empat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stoner mengatakan, Rossi tidak punya kemampuan untuk mengatasi tekanan jika perebutan gelar juara dunia ditentukan pada seri terakhir. Sama seperti ketika The Doctor kehilangan gelar juara MotoGP 2006 setelah kalah dari Nicky Hayden di seri terakhir.
"Rossi selalu merebut gelar juara dunia dengan keunggulan poin yang besar, atau setidaknya musim menyisakan satu seri. Tanpa Rossi terkena penalti di Valencia, saya pikir Lorenzo akan tetap menjadi juara dunia," ucap Stoner.
"Saya memahami rasa frustrasi Rossi di Sepang, tapi dia kehilangan kendali. Dengan pengalamannya, saya berharap Rossi lebih tenang. Rossi merusak peluang juara dunianya sendiri," sambung pebalap asal Australia tersebut.
Stoner merupakan salah satu rival Rossi di MotoGP. Pebalap 30 tahun itu memutuskan pensiun dari MotoGP pada 2012 setelah hanya menduduki peringkat ketiga bersama Repsol Honda.
Musim ini Stoner kembali bergabung dengan Ducati setelah meninggalkan jabatannya sebagai pebalap tes dan duta besar Honda Racing Corporation. Selain menjadi pebalap tes Ducati, Stoner juga berpeluang tampil di MotoGP 2016 sebagai pebalap wildcard. (har)