Selain kapten dan pelatih timnas dari 209 asosiasi anggota FIFA, pihaknya lain yang berhak memilih di Ballon d'Or adalah jurnalis pilihan majalah Perancis, France Football.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dikasih formulir dari France Football untuk memberikan suara dalam pemilihan tersebut. Saya isi dan kirim lewat email. Soal suara saya masuk dalam hitungan, ya saya tidak tahu," ujar Nurdin.
Sebelumnya Sekjen PSSI, Azwan Karim, memastikan Indonesia tidak punya hak untuk memilih dalam Ballon d'Or karena sanksi FIFA. Mengenai Nurdin yang tetap mampu memberikan suaranya, Azwan mengaku tidak tahu alasan jurnalis senior itu tetap bisa memilih.
"Mungkin kalau jurnalis berbeda kali ya. Yang jelas pelatih dan kapten timnas tidak memilih karena kita masih terkena sanksi," ucap Azwan.
Bukan Neymar
Nurdin sudah menjadi perwakilan media dari Indonesia untuk Ballon d'Or sejak 2010. Jurnalis Tempo tersebut mengaku bisa dipilih France Football sebagai perwakilan jurnalis Indonesia berkat jurnalis asal Jepang bernama Shuichi Tamura.
Berawal dari perkenalannya dengan Tamura ketika bertugas meliput Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Wartawan Jepang tersebut ternyata anggota Asosiasi Pers Perancis dan kemudian mengusulkan nama Nurdin ke France Football.
"Dari situ, teman saya itu ajak saya untuk mengikuti pemilihan," katanya.
Mengenai Ballon d'Or 2015, Nurdin enggan mengungkap pemain mana yang diunggulkannya. Yang pasti Nurdin tidak memilih penyerang Barcelona asal Brasil, Neymar, sebagai unggulan utama. Sementara dua nomine lainnya adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
"Saya tidak bisa memberi tahu, tapi sepertinya juga sudah jadi rahasia umum. Yang jelas bukan yang dari Brasil," ucap Nurdin. (har)