"Level wasit dalam pertandingan ini sangatlah kejam. Kami kalah karena keputusan yang sangat mengejutkan di akhir pertandingan," ujar Martinez kepada Sky Sports, selepas pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, arsitek Everton itu juga mempertanyakan keputusan wasit membiarkan laga terus berjalan kendati waktu telah melebihi tujuh menit injury time.
"Tak ada penjelasan atas hal itu, dan itu merupakan keputusan yang sangat-sangat salah."
Emosi Martinez sendiri cukup beralasan, terlebih jika melihat bagaimana skuatnya menyia-nyiakan dua keunggulan yang sempat mereka miliki dalam pertandingan.
Unggul 2-0 lewat gol bunuh diri Terry (50') dan Kevin Mirallas (56'), Everton gagal mempertahankan keunggulan dan membiarkan Chelsea menyamakan kedudukan dalam tempo dua menit lewat aksi Diego Costa (64') dan Cesc Fabregas (66').
Menjelang akhir pertandingan, Everton kembali mencuri gol lewat Ramiro Funes Mori di injury time, sebelum gol kontroversi Terry membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin.
"Mungkin wasit butuh jam yang dapat dilihat semua orang. Keputusan itu sangatlah mengecewakan karena saya pikir pertandingannya sendiri sangatlah mengesankan," ujar Martinez kesal. (ptr)