Pebalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo menjadi juara dunia tahun lalu diwarnai insiden drama antara rekan satu timnya versus pebalap Spanyol. Pebalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez disinyalir mencoba mengadang-adang Rossi agar gagal jadi juara dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga saja baik Valentino ataupun saya bisa kembali menjadi juara (dunia)."
"Kami harus melihat dulu dari hasil tes. Ini bisa saja menjadi lebih baik, buruk, kita harus menunggu," kata Rossi yang hubungannya dengan Lorenzo disinyalir retak akibat akibat insiden di akhir musim 2015.
Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan Spanyol, Lorenzo mengatakan dirinya tetap hormat kepada setiap pebalap terutama Rossi di lintasan.
"Saya menghormati semua pebalap di lintasan, (pebalap) yang cepat dan (yang) lambat," katanya.
Bos tim Yamaha Lin Jarvis mengatakan pihaknya akan melalui musim 2016 sama seperti musim 2015. Ia menegaskan timnya tak akan menempatkan sebuah tembok pembatas di garasi tim yang memisahkan dua pebalap itu.
"Tak ada alasan untuk itu," katanya. (kid)