"Tentunya akan sangat sempurna dapat kembali meraih tiga gelar di akhir era Guardiola. Hal itu merupakan tujuan kami," ujar Lahm kepada media Qatar, SC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ajang DFB Pokal, Munich telah melaju ke babak perempat final dan akan menghadapi Bochum, 11 Februari mendatang. Sedangkan di Liga Champions, Die Roten akan bertemu dengan juara Serie A Italia musim lalu, Juventus pada babak 16 besar.
Meski mengaku sedih atas kepergian Guardiola akhir musim nanti, mantan penggawa tim nasional Jerman itu juga merasa tak sabar bermain di bawah asuhan Carlo Ancelotti, yang akan menjadi arsitek baru Munich pada musim depan.
Pemain berusia 32 tahun itu yakin Ancelotti mampu meneruskan tradisi hebat para pengasuh Munich.
"Saya telah berlatih bersama banyak pelatih top Jerman mulai dari (Ottmar) Hitzfeld, (Felix) Magath, (Jupp) Heynckes, maupun pelatih top internasional seperti (Louis) van Gaal, dan kini Pep Guardiola dan nanti Carlo Ancelotti, yang telah beberapa kali meraih trofi Liga Champions."
"Jadi, tentu saja saya tak sabar menanti bekerja sama dengannya. Tapi di lain pihak saya juga memiliki kenangan yang bagus dengan Pep. Kami saling mengerti satu sama lain dan rasanya menyenangkan bermain di bawah asuhannya," kata Lahm.
Munich sendiri saat ini sedang berada di Qatar untuk mempersiapkan diri tampil di paruh kedua kompetisi. Sekembalinya dari Qatar, Die Roten akan melawat ke Volksparkstadion untuk menghadapi Hamburg SV, 23 Januari mendatang. (jun)