Selain wasit utama, dua asisten wasit, inspektur wasit, dan pengawas pertandingan pun ikut kebagian.
"Selama ini mungkin mereka (insan sepak bola) kecewa dengan kepemimpinan wasit. Di sisi lain wasit juga tidak merasa dihargai," kata Sekretaris Jenderal PJS Cahyadi Wanda kepada CNN Indonesia di Jakarta, Rabu (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Cahyadi, pemberian penghargaan terhadap wasit menjadi terobosan baru untuk membangun profesionalitas di kalangan pengadil lapangan hijau.
Sektor finansial wasit ikut terpuruk seiring dengan pemberhentian kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) yang berujung kepada sanksi FIFA.
Baik kualitas maupun regenerasi wasit pun terhambat karena keterbatasan akses untuk mengikuti kursus internasional.
"Apa lagi yang kita bisa lakukan? Mahaka bukan federasi, turnamen ini bukan suatu kompetisi resmi, bukan ranah kami mendidik mereka (wasit) ya kan? Jadi ini yang paling bagus yang bisa kita lakukan," katanya.
Penyelenggara turnamen PJS menyerahkan kewenangan penuh kepada Komite Wasit untuk menentukan kategori wasit terbaik.
Ada 8 Kandidat Wasit Terbaik
Sejauh ini Komite Wasit sudah mengantongi delapan kandidat perangkat terbaik yang nantinya akan kembali diuji.
"Mereka akan interview, tes kesiapan, fisik, mental, dan kesehatan. Dari sekian banyak kandidat wasit, mereka (Komite Wasit) akan ambil keputusan siapa yang akan diturunkan di partai final PJS," ucapnya.
"Tapi kemungkinan kandidat terkuat adalah wasit-wasit yang ada di final. Saya juga belum tahu siapa."
Semen Padang dan Mitra Kukar akan berlaga dalam laga puncak PJS di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada akhir pekan ini, Minggu (24/1). Laga tersebut juga bertepatan dengan 100 tahun hari lahirnya Jenderal Soedirman dan HUT ke-70 TNI. (jun)