Pada akhir September 2015, Mascherano dituduh tidak membayar pajak senilai lebih dari £1,1 juta atau setara Rp24,4 miliar oleh jaksa penuntut umum di Spanyol.
Pemain tim nasional Argentina itu dituduh menyembunyikan nilai pendapatan hak citra dengan menggunakan perusahaan yang didirikan di Amerika Serikat dan Portugal. Keseluruhan kasus yang dituduhkan pada Mascherano terjadi pada tahun 2011 dan 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah datang ke Barcelona, saya mengontrak firma pajak Spanyol bergengsi yang terkenal karena profesionalisme dan juga reputasi baik. Mereka kemudian merekomendasikan struktur khusus bagi saya, yang semuanya dikatakan tidak melanggar hukum, dan mereka selalu memberi tahu saya bahwa prosedurnya lazim digunakan dan transparan," demikian bunyi pernyataan resmi Mascherano.
"Penasehat baru saya menyarankan untuk membayar seluruh pajak yang diminta oleh Departemen Pajak, dalam suatu prosedur yang mereka sebut 'koreksi'."
"Sekarang, setelah melewati penundaan yang pahit, akhirnya kami telah mencapai kesepakatan, yang mengembalikan ketenangan pikiran saya setelah menunaikan kewajiban saya."
"Saya adalah olahragawan profesional, saya tak punya pengetahuan soal pajak atau pengetahuan hukum. Karena itu saya bersandar kepada orang-orang yang mengerjakan hal teknikal ini, yang bagi saya adalah suatu hal rumit."
"Sepanjang karier saya, saya telah menjadi orang yang jujur dan bertanggung jawab, menghargai rekan setim saya, klub tempat saya bermain, dan negara tempat saya memilih untuk tinggal."
"Situasi ini telah membuat saya kaya akan pengalaman, yang membuat saya lebih kuat dan kini lebih santai karena saya tahu segala sesuatu telah pada tempatnya lagi."
"Saya menyimpan kemungkinan mengambil tindakan bagi mereka yang membuat penilaian yang salah dan merekomendasikan hal-hal yang tidak benar kepada saya."
(vws)