"Persoalan itu telah dibawa ke pengadilan arbitrase (CAS) dan kasusnya kini telah ditutup. Benar adanya polemik kasus Rossi-Marquez telah membengkak hingga level yang belum pernah ada sebelumnya," kata Ippolito menjelaskan keputusannya, seperti dikutip dari Crash.
"Karena alasan itulah kami meminta semua pihak yang terlibat, termasuk di antaranya tim, untuk menahan diri tidak terlibat kontroversi insiden di sepang."
Lihat juga:Marquez Pisah Jalan dengan Perusahaan Rossi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus Rossi-Marquez terjadi ketika kedua pebalap saling salip-menyalip di GP Malaysia akhir September lalu. Rossi terlihat menendang motor Marquez sehingga juara dunia dua kali itu terjatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan.
Penalti itu berujung hukuman harus start dari barisan paling belakang untuk Rossi di GP terakhir di Valencia, Spanyol. Pada akhirnya, Rossi harus merelakan gelar juara dunia jatuh ke tangan Jorge Lorenzo.
"Data dari motor Marc tersedia jika siapapun dari Dorna (penyelenggara MotoGP), FIM, atau media ingin memeriksanya."
Honda semula akan memberikan presentasi soal data-data tersebut sebelum GP Valencia dimulai, tapi kemudian membatalkan rencana tersebut karena tidak ingin mengganggu proses banding Rossi ke pengadilan arbitrase.
Honda kemudian berencana untuk kali kedua mengungkapkan data-data tersebut setelah Rossi menuduh Marquez membantu Lorenzo mendapatkan gelar juara dunia.
Tapi kali ini langkah Honda dihentikan FIM.
Kisruh Rossi-Marquez sendiri masih menyisakan masalah hingga saat ini. Marquez bahkan pisah jalan dari perusahaan milik Rossi yang semula menyalurkan merchandise Marquez, VR46 Racing.