Lima kandidat itu akan mengganti Sepp Blatter yang semula akan menyerahkan mandat kepada Kongres, namun telah disanksi Komite Etik FIFA selama delapan tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari lima kandidat yang telah ditetapkan Sheikh Salman (Presiden AFC) dan Infantino (Sekretaris Jenderal UEFA) menjadi favorit.
Adapun Sheikh Salman adalah seoran gpria berkebangsaan Bahrain. Pria berusia 50 tahun itu saat ini selain menjadi Presiden AFC juga menjabat Wakil Presiden FIFA.
Kandidat berikutnya adalah Pangeran Ali. Pada pemilihan sebelumnya Pangeran Ali bertarung menjadi satu-satunya penantang Sepp Blatter dalam Kongres FIFA pada Mei 2015. Namun, jelang proses pemilihan presiden, Ali mundur sehingga Blatter terpilih secara aklamasi.
Ali merupakan seorang pangeran dari Yordania. Pria berusia 40 tahun ini mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden FIFA saat menyalonkan diri menjadi kandidat presiden FIFA tahun lalu.
Sama halnya seperti Ali, Champagne pun sempat berupaya menyalonkan diri menjadi kandidat presiden FIFA pada tahun lalu. Pria asal Perancis berusia 57 tahun itu gagal maju di Kongres karena kurang mendapat dukungan.
Champagne bekerja di FIFA selama 11 tahun. Ia merupakan penasihat bagi Sepp Blatter dan meninggalkan jabatannya pada 2010 silam.
Terakhir, Sexwale. Tokoh antiapharteid asal Afrika Selatan itu merupakan seorang pengusaha pertambangan. Pria berusia 62 tahun itu pernah menjadi bagian dari FIFA untuk satuan tugas antidiskriminasi. (kid)