Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto, menyampaikan pihaknya optimistis tenggat waktu itu dapat dipenuhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu (20/1) Tinton menyatakan segala revisi masterplan tuan rumah MotoGP yang diminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah selesai. Revisi itu lalu diserahkan kembali kepada Kemenpora pada Jumat (22/1).
"Benar atau tidak masterplan yang saya buat, sekarang tinggal terserah yang menerima. Acara ini (MotoGP) seksi, menarik perhatian, dan pengangkat martabat bangsa."
Tinton menyampaikan model bisnis yang tepat untuk mendukung masterplan tersebut adalah bussiness to bussiness.
"Tidak masalah (untuk hal tersebut), kita sebelum-sebelumnya juga sudah terbiasa menggelar acara dengan swasta murni," kata ayah dari dua pebalap nasional, Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto tersebut.
"Pemerintah paling hanya memberikan bantuan, misalnya terkait infrastruktur."
Selain masterplan yang diserahkan kepada pemerintah, dokumen serupa pun akan diserahkan kepada pihak Dorna. Hal itu menjadi salah satu syarat saat tanda tangan kontrak.
Masterplan untuk Dorna tersebut dibuat oleh arsitek Herman Tilke. Inti dari masterplan yang disusun Tilke itu di antaranya menjelaskan bahwa area Sirkuit Sentul tidak mengambil lahan orang lain dan menunjukkan berapa persisnya kemiringan area tersebut.
"Komunikasi masterplan Tilke dengan Dorna itu urusan dia, bukan pemerintah Indonesia," ucap Tinton. "Kita masih berada dalam jalur yang benar. Dorna komitmen menyebut Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP nanti meski itu tidak tercantum dalam LOI (Letter of Intent)."
Jika semua lancar, kata Tinton, pihaknya mulai bulan depan melakukan renovasi Sirkuit Sentul secara keseluruhan. Pria berusia 71 tahun ini pun meminta pemerintah memberikan dukungan penuh agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah MotoGP 2017.
"Sekarang pemerintah sudah mengakui ajang ini menguntungkan. Kalau untung, saya jangan ditinggalkan. Indonesia tahu Dorna bagaimana? Saya saja optimis, pemerintah juga dong. Biar nanti rakyat yang menilai," ucapnya. (kid)