Menurutnya, kekalahan tersebut terlalu berat bagi timnya. Dalam laga itu, Alvaro Morata mencetak dua gol dan satu gol lagi dilesakkan Paulo Dybala.
"Sebetulnya pertandingan berjalan imbang dengan Juventus terus menekan. Kemudian, mereka mendapat hadiah penalti sebelum jeda babak. Setelah itu, mereka menunggu untuk menyerang kami pada babak berikutnya," Mancini menuturkan, seperti dikutip Rai Sport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mancini menilai, gol kedua Juventus tercipta karena kesalahan timnya. "Kami menghalau bola mengarah kepada Morata dan ia bisa mencetak gol. Juve kemudian mengurangi tekanan dan mengandalkan serangan balik. Kami harus bermain dengan 10 pemain," ia menuturkan.
Namun, Mancini tak melihat posisi mereka yang terus memburuk sebagai faktor kekalahan timnya, dini hari tadi. "Tapi benar, ini merupakan masa-masa yang pelik bagi kami. Satu hal yang bisa kami lakukan adalah tetap tenang dan kembali bekerja keras kendati tak bisa memungkiri kekecewaan," pelatih yang pernah menangani klub Liga Super Turki, Galatasaray itu, menuturkan.
"Kami seharusnya bisa bermain lebih ngotot lagi di depan gawang lawan, tapi beginilah hasilnya. Juve terus menekan, tapi mereka tidak akan bisa mencetak gol jika tidak mendapat penalti."
Ujian lebih berat lagi menanti Inter di leg kedua di Stadion Giusepe Meazza, 3 Maret. Itu setelah Joao Miranda dan Jeison Murillo bakal absen setelah akumulasi kartu kuning.
"Sulit sekali bagi kami untuk membalikkan kekalahan ini, terutama setelah kami kehilangan Miranda dan Murillo. Kami harus mencari cara." (bac)