Thoriq bahkan mengetahui pendirian AWAPPI itu melalui media-media lokal. "Mungkin karena tidak semua wasit dihubungi soal pendirian asosiasi wasit itu," ujar pria yang mengantongi sertifikat wasit FIFA pada 2014 lalu itu.
"Sah-sah saja jika ada asosiasi wasit. Artinya, bisa menampung aspirasi para wasit ke depannya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika memang memiliki tujuan positif untuk merangkul seluruh wasit, menurut wasit final Piala Jenderal Soedirman itu, AWAPPI seharusnya mengajak semua wasit Indonesia, tanpa pengecualian.
Saat ditanya apakah bersedia bergabung jika diajak, Thoriq pun tidak menampiknya. "Pokoknya selama tujuannya baik dan tidak ada embel-embel lainnya soal pembentukan AWAPPI, kenapa tidak?" ia mmenerangkan.
Ia juga menanggapinya dengan sikap positif saat disinggung kekhawatiran adanya dualisme dengan pendirian AWAPPI ini. "Saya berharap jangan sampai ada dualisme di antara teman-teman wasit. Saya juga kenal beberapa anggota dan pengurus AWAPPI. Mereka teman saya juga," Thoriq menerangkan.
"Saya pikir ini harus jadi momentum agar seluruh wasit bisa menyatukan visi bersama-sama. Asalkan, sekali lagi, tujuannya untuk hal positif," kata pria yang juga memiliki usaha butik bersama istrinya. (bac)