"Mau di tim ISL atau bukan, tugas saya adalah memberikan hasil terbaik untuk tim yang saya latih. Tekanannya sama saja. Bedanya, kini saya bertanggung jawab menjaga nama baik korps kepolisian dan kepada Kapolri (Badrodin Haiti) bukan kepada pemilik klub dan suporter," kata Banur yang dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak kecewa dengan keputusan manajemen Persija karena itu konsekuensi dari pekerjaan profesional," ujar mantan pemain timnas Indonesia era 80-an itu.
Setelah melakukan proses seleksi kurang dari dua pekan, Banur mengaku sudah mengantongi 19 pemain terbaik dari 40 peserta seleksi. Lima pemain di antaranya pernah tampil di klub Liga Super Indonesia (ISL). Di antaranya, Made Wirahadi dan Alsan Sanda dari Bali United dan Indra Kahfi dari Pusamania Borneo FC.
"Proses seleksi masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan kami akan ambil pemain dari luar (klub ISL). Karena, kami ingin bersaing dengan tim lainnya. Apalagi ditonton Jenderal-Jenderal kepolisian nantinya," ujar Banur.
"Yang pasti saya menginginkan hasil yang terbaik bersama PS Polri. Semoga bisa tampil di final dan juara."
Rencananya, Piala Bhayangkara bakal digelar pada Maret 2016. Selain PS Polri, kontestan lainnya berasal dari klub ISL. Namun, konsentrasi peminat dari klub kasta tertinggi Tanah Air itu bisa terpecah jika jadwal penyelenggaraan bentrok dengan Piala Gubernur Kaltim yang bakal dihelat di bulan yang sama. (jun)