Publik Bisa Dukung Atlet Olimpiade Lewat Penggalangan Dana

M. Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 04/02/2016 19:57 WIB
Publik Bisa Dukung Atlet Olimpiade Lewat Penggalangan Dana Raja Sapta Oktohari berharap masyarakat bisa berperan aktif dalam mendukung (CNN Indonesia/Vetriciawizach)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komandan Kontingen Olimpiade, Raja Sapta Oktohari, mengajak masyarakat Indonesia menggalang dana untuk Olimpiade.

Okto menjelaskan budget olimpiade Indonesia ada dua yakni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan galang dana (fundraising). Galang dana adalah salah satu upaya Okto untuk melawan budaya pelit dan membangun mental masyarakat Indonesia.

"Di Olimpiade mendatang, kita bikin tagline #indonesiabisaemas . Semangat ini akan kita bawa sampai nanti 2018, tidak terbatas hanya sampai Olimpiade saja."


"Kalau spirit ini berhasil, ini akan mendorong bukan hanya atletnya, tapi masyarakat Indonesia," kata Okto kepada para wartawan, Kamis sore (4/2)

Melalui situs kitabisa, Okto pun mengundang masyarakat Indonesia untuk mengggalang dana.

Yang terpenting bagi Okto adalah semangat masyarakat Indonesia menyambut gelaran Olimpiade di Rio de Janeiro pada Agustus mendatang. Semangat tersebut menurutnya dapat menjadi bahan bakar untuk mendorong masyarakat dan para atlet berpikir positif serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

"Ini akan mendorong kepercayaan masyarakat Indonesia yang sekarang sudah mulai apatis terhadap para atlet Indonesia," katanya.

Okto pun berusaha agar APBN sepenuhnya dapat difungsikan untuk atlet semata. Menurutnya uang negara tersebut adalah hak para atlet.

"Atlet ini kita akan kita berikan apresiasi sebesar 100 juta rupiah bila berhasil lolos kualifikasi Olimpiade, lalu kami berusaha dalam keberangkatan ke Olimpiade nanti bisa pakai business class."

"Saya nothing to lose di sini, saya tidak mempunyai kepentingan apa-apa. Yang kami kerjakan ini sepenuhnya itu untuk Indonesia. Kita semua bangga kalau Indonesia bisa mendapat pengakuan kembali di mata internasional, kebanggan ini yang tidak bisa dibayar dengan nilai apapun," tutur Okto menegaskan. (ptr)