"Kalau BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) ingin membenahi sepak bola dan PSSI, lihat dulu sejarahnya. Sejarahnya panjang. Sudahlah (PSSI dan Kemenpora) duduk bersama-sama untuk sepak bola, semua juga punya salah," ujar Anton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton mengatakan tata kelola sepak bola Indonesia harus segera dibenahi. Minimnya kepedulian terhadap pembinaan usia dini menjadi salah satu penyebab rusaknya talenta yang dimiliki Indonesia. Peran orang tua pun tak kalah penting.
Sementara itu Yusuf Arifin berharap agar Indonesia dapat segera melakukan progresi ketimbang regresi terkait perbaikan tata kelola sepak bola.
"Kalau mau mengukur kemakmuran atau hal yang baik dari suatu negara, lihat dari prestasi olahraganya, karena itu juga refleksi dari kehidupan bernegara. Mereka (PSSI dan Kemenpora) harus bekerja sama, harus ada kesadaran bahwa ini untuk kepentingan bersama," ujar Yusuf.
"Selama negara tidak mampu mengurus diri sendiri, percayalah sepak bola itu yang baik tidak akan terjadi. Duduklah bersama, bagaimanapun caranya," sambungnya. (har)