Bukan cuma para pemain veteran--dan mungkin tak bisa berjaya lagi di ketatnya kompetisi di benua Eropa. Klub-klub negara tirai bambu itu pun berambisi mendatangkan pesepak bola bintang yang sedang dalam karier emas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Jackson Martinez dibeli Guangzhou Evergrande dari Atletico Madrid dengan harga 42 juta euro, lalu Ramires dibeli Suning dari Chelsea dengan harga 28 juta euro.
Berkaca dari apa yang telah terjadi, Cahill mengatakan hanya tinggal masalah waktu sebelum sebuah klub China dapat mengeluarkan hingga 100 juta dolar untuk mendapatkan seorang pemain.
"Ini gila, tapi ini akan menjadi lebih buruk (bagi Eropa)," kata Cahill seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/2). "Ini akan menjadi besar. Saya tidak tahu apakah ini akan menolong liga lokal, tapi mereka (China) berinvestasi. Mereka melakukan hal besar.
"Mereka memiliki kekuatan. Ketika mereka menginginkan sesuatu, mereka mendapatkannya. Dan ketika mereka tidak menginginkan sesuatu, mereka menyingkirkannya."
Pindahnya Teixeira datang hanya beberapa hari setelah Guangzhou Evergrande mendapatkan penyerang asal Kolombia dari Atletico Madrid, Jackson Martinez, dengan nilai 42 juta euro.
Bulan lalu, penyerang AS Roma Gervinho pindah ke Hebei China Fortune. Penyerang asal Perancis Demba Ba dan mantan penyerang Sunderland Asamoah Gyan pun pindah ke China tahun lalu.
"Ini bukan seperti sepak bola pada zaman saya dulu, ini murni soal keuntungan pribadi," ucap Cahill. (kid)