Ia menjadi arsitek di Stamford Bridge hingga 2004. Tak ada trofi yang dipersembahkan Ranieri bagi Chelsea kala itu. Hanya gelar individu yang ia dapat yakni Premier League Manager of the Month untuk September 2003 dan Maret 2004.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah empat musim bersama Chelsea, Ranieri hijrah ke Spanyol untuk melatih Valencia pada 2004 silam. Sejak saat itu, Ranieri tak lagi kembali ke kompetisi Inggris hingga pada musim 2015/16 ini.
"Saya yakin banyak orang juga (terkejut), karena musim lalu Leicester hanya mencoba tak terdegradasi," kata Mario Melchiot, mantan bek Belanda yang membela Chelsea kurun waktu 1999-2004 seperti dikutip dari Reuters.
Hal serupa diungkap Njitap Geremi dan Ed De Goey yang juga pernah bermain untuk Ranieri di Chelsea.
"Saya pikir kuncinya adalah setiap orang bekerja hingga 'kaos kaki lepas' sepanjang pertandingan. Mereka cepat dari mulai bertahan hingga menyerang dengan pemain seperti Riyad Mahrez dan Jamie Vardy di depan," kata De Goey yang bermain untuk Chelsea kurun waktu 1997-2003.
Melchiot mengatakan pada musim terakhir Ranieri di Chelsea, ia berhasil membawa skuat The Blues itu finis di peringkat kedua--hampir sedikit lagi untuk juara.
"Dia adalah pemenang sejati. Dia akan memastikan anda tahu setiap pertandingan dalam latihan jadi anda bisa mengambil momentum kemenangan dalam pertandingan di akhir pekan," kata dia.
Hal itu diakui Geremi yang direkrut ke Chelsea oleh Ranieri. Menurut mantan bintang Kamerun itu Ranieri merupakan sosok pelatih yang menuntut kepada para pemainnya saat latihan.
"Para pesepak bola biasanya mengeluh ketika manajer mendorong mereka terlalu keras, tetapi penting untuk bekerja keras. Ketika anda berlatih keras, anda akan memiliki risiko kecil untuk menderita cedera," ujar Geremi. (kid)