Golovkin merupakan sensasi baru yang namanya meroket dalam dua tahun ke belakang. Petinju 33 tahun itu belum pernah terkalahkan dalam 34 pertandingan profesionalnya dan mencatatkan 31 KO -- persentase KO tertinggi dalam sejarah tinju kelas menengah.
Golovkin juga memiliki sabuk gelar IBO, WBA, dan IBF, dan dianggap sebagai petinju pound for pound terbaik di dunia oleh majalah The Ring dan menduduki puncak ranking pound for pound di banyak media tinju lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WBC telah menyematkan status mandatory untuk pertarungan antara Canelo versus Golovkin, tapi masih memberikan kelonggaran bagi keduanya untuk menggelar satu laga interim.
Baik Golovkin dan Canelo menjadi favorit pemenang dan kedua pihak wajib segera bernegosiasi setelah melakoni pertandingan tersebut
.
"Banyak orang menantikan pertarungan ini [Canelo vs Golovkin]. Ini laga terbesar selanjutnya dalam dunia tinju," ujar Sanchez.
Sanchez berpendapat bahwa Canelo telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, tapi belum cukup kuat untuk menundukkan Golovkin.
"Situasinya adalah Canelo telah menantang yang terbaik, yaitu Floyd Mayweather -- dan ia kalah. Sementara petarung saya masih belum terkalahkan."
"Kami tidak pernah melawan Mayweather karena ia tidak ingin melawan [Golovkin]. Masih belum terlihat apakan Canelo telah cukup belajar untuk mengalahkan petinju yang belum terkalahkan seperti Golovkin."
"Apakah Canelo bagus? Ia. Tapi petinju saya lebih baik lagi." (vws)