"Saya tetap berharap sampai titik terakhir kalau memang tujuannya (Kemenpora) mulia, supaya sepak bola Indonesia hidup kembali dan Asian Games bisa selamat. Asian games tanpa sepak bola sangat sulit diterima," kata Agum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agum pun was-was akan semakin dekatnya waktu kongres FIFA yakni 26 Februari. "Kalau FIFA ketuk palu menetapkan sanksi yang lebih berat untuk sepak bola Indonesia, ya sudah. Malapetaka (bagi Indonesia),” katanya.
Agum Apresiasi Parade Turnamen
Agum mengapresiasi upaya-upaya untuk tetap membuat sepak bola Indonesia eksis lewat kehadiran sejumlah turnamen dalam beberapa bulan terakhir. Namun Agum mengingatkan bahwa turnamen-turnamen tersebut tidak bisa sepenuhnya menggantikan kehadrian liga sebagai sebuah kompetisi resmi.
“Namun yang tetap diperlukan pemain itu adalah kompetisi. Kalau turnamen yang main itu-itu saja, tim-tim elit. Persib lagi, Persija dan Arema lagi, sepak bola tidak bisa seperti itu,"
"Timnas itu lahirnya dari kompetisi," ujar pria berusia 70 tahun yang pernah menjabat sebagai ketua PSSI pada 1999-2003 tersebut (ptr)