Sekjen PSSI Azwan Karim menjelaskan, PSSI mengizinkan PSS Sleman untuk terlibat di Bali Island Cup. Hanya saja, sejumlah individu yang terkena sanksi Komdis PSSI akibat skandal 'sepak bola gajah' tidak boleh dilibatkan.
"Secara organisasi PSSI tetap berjalan. Maka, para pelaku sepak bola yang statusnya masih disanksi Komdis PSSI harus tetap mematuhi hukuman. Mereka tidak boleh terlibat dalam aktivitas PSS Sleman di semua even, termasuk Bali Island Cup," kata Azwan yang dihubungi CNNIndonesia, Selasa (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komdis PSSI akhirnya memberikan hukuman berat larangan berkecimpung di sepak bola seumur hidup bagi setiap individu yang terlibat. Dari kubu PSS Sleman, pelatih Heri Kiswanto bersama Direktur Operasional PT PSS Rumadi dan Eri Febriyanto (sekretaris tim) dilarang aktif di sepak bola Tanah Air selama seumur hidup.
"Kami akan kirim surat pemberitahuan kepada penyelenggara turnamen dalam hal ini Bali United siapa saja yang masih menjalani sanksi Komdis PSSI. Jika tetap terlibat, kemungkinan ada sanksi tambahan untuk mereka," ujar Azwan.
Sebelumnya, Tim Transisi bentukan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melarang para pemain PSIS Semarang yang yang terlibat di sepak bola gajah di Piala Kemerdekaan 2015.
Selain melibatkan PSS Sleman, Bali Island Cup diikuti Persib Bandung, Arema Cronus, dan tim tuan rumah Bali United. Duel Bali United kontra Arema pada Rabu (18/2) menjadi partai pembuka perhelatan ini. (jun)