“Saya sangat beruntun bisa berada dalam skuat Spanyol di Afrika Selatan pada tahun 2010. Tidak ada kebahagiaan yang bisa menandingi kebahagiaan memenangkan Piala Dunia.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Ramos tak memungkiri Piala Dunia juga meninggalkan kenangan pahit untuk dirinya dan rekan-rekannya di Spanyol. Di Brasil, Spanyol tersingkir di babak penyisihan grup.
Untuk bisa mengobati luka akibat performa buruk, Spanyol punya kesempatan tahun ini lantaran mereka akan berlaga di Piala Eropa 2016. Spanyol adalah juara dalam dua edisi terakhir.
“Kami adalah juara bertahan dan kami memenangkannya dua kali beruntun. Tentu saja kami akan sangat senang bila bisa memenangkannya untuk ketiga kalinya secara beruntun,” ucap Ramos.
Tim nasional Spanyol sendiri saat ini tengah berada dalam proses regenerasi namun hal itu tak membuat keyakinan Ramos terhadap timnya luntur.
“Sejumlah pemain penting telah pensiun, seperti Xavi Hernandez dan Xabi Alonso, dua gelandang tengah yang mampu menghadirkan keseimbangan di tim nasional.”
“Namun saat ini komposisi tim Spanyol adalah campuran pemain veteran dan pemain muda yang haus akan gelar. Kami tetap jadi tim yang percaya diri dan kami akan membiarkan sepakbola kami di lapangan yang memberi jawaban,” ujar Ramos.
Mantan pemain Sevilla ini pun mengakui bahwa dirinya belum kehilangan hasrat untuk kembali memenangkan gelar, termasuk trofi Liga Champions musim ini.
“Saya sosok yang optimistis dan ambisius. Saya sangat suka menang setiap hari. Apa yang telah saya menangkan adalah masa lalu dan saat ini saya ingin menambah lebih banyak gelar dalam koleksi saya.”
“Saya baru akan menikmati waktu untuk membanggakan gelar yang saya dapat ketika saya pensiun nanti,” ucap Ramos. (ptr)