Pelatih asal Argentina itu dianggap sebagai salah satu sosok penting dalam karier Torres, selain mantan pelatihnya di Liverpool, Rafael Benitez.
"Bagi saya, mereka (Benitez dan Simeone) merupakan orang yang sangat penting di waktu yang berbeda. Bersama Benitez saya mampu mencapai level permainan yang dulu hanya bisa saya mimpikan," ujar Torres kepada Cadena Cope.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengawali kariernya bersama Atletico, Torres memang merupakan salah satu pemain favorit di Vicente Calderon. Penyerang yang kini telah berusia 31 tahun itu bahkan pernah menjadi kapten Rojiblancos ketika usianya masih 19 tahun.
Bersama The Reds, Torres menjelma menjadi salah satu penyerang top Eropa berkat 81 gol yang ia cetak dari 142 pertandingan di berbagai ajang.
Namun, karier Torres mulai merosot setelah hengkang ke Chelsea dan kemudian Milan, sebelum akhirnya kembali ke Atletico dengan status pinjaman dari Rossoneri.
Bahkan, masa depan penyerang kelahiran Fuenlabrada itu di Atletico kini berada dalam tanda tanya lantaran sanksi FIFA terhadap klubnya tersebut.
Sanksi itu membuat Atletico harus melepaskan Torres pada bursa transfer musim panas nanti ketika kontrak peminjamannya dari Milan berakhir.
Namun, terombang-ambingnya nasib Torres tak membuat bomber Spanyol itu meragukan kecintaannya pada Atletico. "Masa depan saya adalah memenangkan sesuatu di sini, di Atletico. Itu merupakan sesuatu yang belum pernah saya lakukan," ujar Torres.
"Pada saat ini saya merasa cukup beruntung dapat bermain di tempat yang saya inginkan. Saya tak tahu ini akan terus berlanjut atau tidak, tetapi saya ingin menikmati setiap pertandingan di sini." (jun)