Yandi sendiri tak ingin hanya memikirkan persaingan dengan para pemain lainnya seperti di posisinya di lini depan. "Terpenting adalah kebutuhan tim untuk mendatangkan pemain-pemain baru," ujar pemain jebolan Sociedad Anonima Deportiva Indonesia itu saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Striker berusia 23 tahun itu pun bahkan akan dengan senang hati apabila pelatih menggeser posisinya bukan di striker. "Itu semua tergantung dengan pelatih melihat pemainnya. Ia yang paling tahu soal kebutuhan komposisi dan posisi pemain," kata Yandi.
Namun, ia pernah bermain di posisi penyerang sayap, terutama saat masih memperkuat SAD Indonesia, pada 2010/11 silam. "Dulu saya pernah main di posisi sayap kanan. Saya juga menikmati posisi selain striker," beber Yandi.
Febri Tak Ingin Terbeban
Setali tiga uang, gelandang muda Febri Hariyadi tak ingin terbebani bersaing dengan pemain baru di Persib. "Keputusannya ada di tangan pelatih. Terpenting, semua harus selalu siap dimainkan di tim utama," Febri menerangkan.
Febri sendiri merupakan pemain Persib U-21 yang dipromosikan ke tim senior. Pemain sayap yang mendapat kesempatan berlatih singkat di Inter Milan tersebut tampil di skuat utama Persib pada Piala Jenderal Sudirman 2015 lalu.
Itu pun dimainkan untuk memenuhi aturan kuota tiga pemain U-21 yang harus diturunkan di tim inti pada turnamen itu. "Sekarang, saya hanya ingin fokus meningkatkan kualitas saya dengan terus berlatih," kata Febri. (bac)