Keberhasilan Davis membukukan 59 poin dan 20 rebound membuat dirinya menjadi pemain ketiga sejak musim 1983/84, setelah Chris Webber dan Shaquille O'Neal, yang mampu membukukan setidaknya 50 poin plus 20 rebound.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak merasa bahwa apa yang saya lakukan akan benar-benar terus diingat setelah hari esok. Namun berada dalam buku sejarah bersama Webb dan Shaq? Tentu hal itu merupakan catatan spesial," kata Davis seperti dikutip dari situs resmi NBA.
"Kami semua terus berusaha untuk membuatnya mendapatkan bola dan celah untuk menembak. Jrue Holiday melakukan tugasnya dengan baik dan kami berhasil menunjukkan apa yang bakal diterima tim lawan bila Davis berada dalam posisi bebas," kata Gentry.
Kubu Pelicans pun mengakui kegagalan mereka meredam pergerakan Davis hari itu.
"Keberhasilan Davis mencetak 59 poin adalah kesalahan saya, Tentunya kami tak boleh membiarkan seorang pemain bisa menorehkan angka hingga 59 poin," kata pelatih Pistons Stan van Gundy.
"Davis mencetak poin bukan hanya dari kelemahan satu pemain saja. Ia mencetak poin karena kelengahan kami semua. Karena itu kami semua harus menanggung kegagalan ini bersama-sama sebagai sebuah tim," tutur pemain Pistons, Tobias Harris menimpali. (ptr)