Seperti dirilis BBC, survei dari 25.000 fan sepak bola yang dilakukan Transparansi Internasional, sebanyak 69% menyatakan tak percaya terhadap FIFA.
Bahkan, saat ditanyakan siapa di antara empat kandidat Presiden FIFA yang lebih dipercaya, sebanyak 60% memilih tak ada satu pun kandidat. Survei yang diambil di 28 negara itu juga menyebut, 43% fan menyatakan bahwa kesenangan mereka di sepak bola cukup terusik dengan skandal korupsi FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui sebelumnya, skandal suap di lingkungan pejabat FIFA berhasil terbongkar. Puluhan pejabat organisasi sepak bola tertinggi di dunia itu pun masuk dalam jeratan.
"Kepercayaan publik hanya bisa dikembalikan jika FIFA, IAAF dan dunia olahraga jika reformasi skala besar tak sekadar diimplementasi, tapi dilakukan secara transparan. Kami berharap perubahan nyata di 2016," ujar pemimpin redaksi Transparansi Internasional, Gareth Sweeny, seperti dikutip goal.com.
"Sebagai fan, kami memiliki kecintaan dengan sepak bola," ujar Direktur Transparansi Internasional, Cobus de Swardt. Jika tim yang didukungnya menang, ia menambahkan, mereka pasti gembira. Sebaliknya, jika kalah, mereka juga akan terpukul.
"Tapi jika hasilnya, entah itu dalam pertandingan, hak untuk menjadi tuan rumah, hak pemilihan, dan lainnya tidak dilakukan secara fair karena korupsi, kami merasa dikhianati."
Swardt menerangkan, bukan hanya FIFA, organisasi olahraga dunia pada umumnya juga amat rentan terhadap korupsi. "Ini harus disetop mulai dari sekarang," ucapnya.
Salah satu rekomendasi Transparansi Internasional yang harus dijalankan FIFA adalah adanya pengawasan lembaga independen dan laporang keuangan yang lebih transparan lagi. Itu termasuk pula jaminan untuk melindungi hak asasi manusia dan masalah sponsor.
"Kami berharap FIFA bisa mengubah ini. Kami tidak berharap organisasi seperti FIFA harus terpecah seperti yang terjadi di induk olahraga tinju atau lainnya," ucap Swardt. (bac)