"Peluang dicabut lebih besar, ya kira-kira 51 banding 49 lah," ujar Gatot. "Tapi itu semua masih menunggu kajian Kemenpora dalam waktu 24 jam ke depan."
Rumor tentang akan dicabutnya sanksi terhadap PSSI mulai terlontar usai pertemuan tiga pihak antara ketua tim Ad-hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar, Menpora Imam Nahrawi, dan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (24/2) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dimaksudkan agar masalah-masalah sepak bola Indonesia saat ini tak akan terjadi lagi di masa yang akan datang.
"Malam ini juga kami dari Kemenpora diperintahkan untuk melakukan kajian yang hasilnya akan diberikan pada Presiden."
Tak Akan Ikut Campur
Terkait dengan kemungkinan penyelenggaraan KLB PSSI, Gatot menyatakan Kemenpora tak akan banyak ikut campur dalam pemilihan ketua baru PSSI. Gatot juga menyatakan pembekuan yang diberlakukan Kemenpora ditujukan kepada PSSI sebagai sebuah badan, sehingga tidak menyasar PSSi versi La Nyalla Matalitti atau Ketum PSSI sebelumnya, Djohar Arifin.
"Siapa yang berhak melakukan KLB nanti akan diatur pada saat koordinasi antara pemeritah dan PSSI," ujar Gatot menambahkan.
Gatot pun tak membantah peluang tim transisi Kemenpora dibubarkan andai sanksi terhadap PSSI dicabut. Pasalnya, tim transisi dibentuk atas dasar pembekuan PSSI dan melakukan tugas otoritas sepak bola Indonesia itu selama dibekukan Kemenpora.
(kid)