Seperti kebanyakan bocah seusianya, Adam adalah pengagum Bepe -sapaan Bambang Pamungkas-. Ia pernah menjadi satu di antara ribuan bocah yang pernah berpose bersama sang idolanya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelandang serang 22 tahun itu sebetulnya sudah tak ingat di mana foto masa kecilnya dengan Bepe terletak. Ternyata, foto tersebut selama ini disimpan rapih oleh ibunya.
"Saya malu banget akhirnya foto itu dilihat Mas Bepe. Apalagi saya masih terlihat sangat kecil dan lugu," kenang Adam.
Sayangnya, momentum kebersamaan Adam dengan sang idola hanya berjalan singkat lantaran kompetisi terhenti pada April 2015. Padahal, mantan pemain Martapura FC itu sudah mulai mencuri perhatian pelatih Persija, Rahmad Darmawan.
"Dulu saya belum diperhitungkan coach RD (Rahmad Darmawan) karena belum dikenal. Tapi, setelah beberapa kali uji coba Persija mungkin dia lihat potensi saya," ujar Adam.
Kecintaannya terhadap Bepe tidak lantas sirna begitu saja. Nama Bepe tetap disertakan ketika redaksi CNNIndonesia menanyakan 11 pemain ideal versi Adam Alis.
"Sampai saat ini belum ada sosok striker yang bisa menggantikan Mas Bepe. Dia tidak hanya bagus soal kualitas dan naluri mencetak gol, tapi juga punya karisma untuk memotivasi pemain lain. Sulit digantikan," ujar Adam.
Bersinar di Timnas U23
Perjalanan karier profesional Adam di level profesional tampaknya belum berjodoh di Persija. Ia memutuskan untuk hengkang dari skuat Oranye ketika kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) terhenti pada April 2015.
Meski demikian, Adam sudah diprediksi RD sebagai salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Indonesia. Tak ayal, namanya pun masuk daftar skuat inti timnas Indonesia SEA Games 2015 asuhan Aji Santoso.
Prediksi RD, sapaan Rahmad, tak salah. Karier Adam melejit bersama 'Garuda Muda'. Ia menjadi pilar penting di lini tengah Indonesia bersama Evan Dimas Darmono dan Zulfiandi. Sayang, tim Merah Putih akhirnya tersingkir di semifinal setelah digasak Thailand lima gol tanpa balas.
Setelah tugasnya di timnas U-23 selesai, kisruh sepak bola nasional masih belum tuntas. Adam pun kembali menganggur. Ia sempat mempertimbangkan tawaran masuk anggota TNI AD bersama sejumlah pemain timnas U-23 lainnya.
Setelah menjalani serangkaian tes awal di TNI, Adam malah mendapatkan tawaran bermain di kompetisi tertinggi Liga Bahrain bersama East Riffa sejak Septembr 2015.
Penggemar klub Internazionale Milan itu sebenarnya mendapatkan porsi bermain 60 persen dan mencatatkan sebuah assist dalam setengah musim bersama East Riffa.
Sayang, kontraknya diputus pada Januari atau setelah putaran pertama Liga Primer Bahrain berakhir. Kini, perjalan karier profesional Adam kembali terhenti seiring dengan penghentian kompetisi yang terus berlarut-larut.
Meski jenuh membahas kisruh sepak bola nasional, Adam tetap menyimpan mimpi mengharumkan Merah Putih di pentas internasional.
"Saya harap bisa meneruskan generasi Mas Bepe di timnas. Dan, mimpi terbesar saya adalah bisa mempersembahkan gelar juara untuk Indonesia di ajang apapun," ujarnya. (jun)