Meski demikian, Conte mengingatkan bahwa Conte bukan tipe pelatih yang mudah diintervensi untuk memilih pemain di skuatnya. Pirlo pun percaya jika Conte dapat berhasil di Chelsea jika pemilik klub tak ikut campur tangan soal kebijakannya di tim.
"Jika ingin mengontraknya (Conte) sebagai pelatih dan pemilik klub berusaha ingin membuat keputusan soal kebijakan tim, dia (Conte) bukan pilihan yang tepat," ucap Pirlo kepada Mirror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pirlo memang mengaku sangat dekat dengan pelatih berusia 46 tahun itu. Ia merasa punya hutang budi saat Conte menyelamatkan kariernya saat tak lagi dianggap di AC Milan.
Alhasil, Nyonya Tua mampu meraih scudetto tiga kali beruntun sejak 2011 silam. "saya sangat menyukainya. saya sanggat respek dan kagum terhadapnya," ucap gelandang New York City itu.
"Saya tahu jika ia memegang pekerjaannya, apapun itu, akan sesuai dengan rencananya."
Pirlo juga mengingatkan pemilik The Blues, Roman Abramovich, bahwa Conte merupakan tak bisa diatur. "Jika Anda bisa memberikannya kebebasan dengan metodenya, Anda akan memiliki tim dengan permainan atraktif dan bakal sukses, tak bisa diragukan lagi," tegasnya.
Menurut Pirlo, ada kebuasan dalam dirinya. "saya pernah dalam satu ruangan di ruang ganti saat istirahat usai babak pertama saat kami sudah unggul dari tim lain. Lalu ia masuk dan melempar botol karena kesalahan kami buat karena kami menurutnya, kami bisa tampil lebih baik lagi," kata pemain yang belum mau gantung sepatu di tim nasional Italia ini. (bac)