Salah satu contohnya adalah ketika Ranieri dengan berani menarik keluar bek Daniel Amartey dan menggantinya dengan striker Leonardo Ulloa pada laga lawan Norwich City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, saya memilih mengambil risiko. Satu poin tidaklah berarti, karena kami harus menang."
Leicester saat ini ada di posisi puncak dengan nilai 56 poin, unggul dua angka dari Tottenham Hotspur yang ada di posisi kedua.
Meski sudah lebih berani mengatakan ambisi untuk meraih tiga poin di tiap pertandingan, namun Ranieri belum mau bicara lebih jelas mengenai peluang juara Liga Inggris bagi timnya musim ini.
Bagi Ranieri, fokusnya saat ini adalah menghadapi empat laga Leicester berikutnya, West Brom, Watford, Newcastle, dan Crystal Palace. Bila empat laga itu dilewati, Ranieri berjanji akan bisa lebih memberikan gambaran jelas tentang peluang timnya.
"Saya memahami bahwa setiap orang bertanya apakah Leicester bisa memenangkan titel juara? Saat ini saya hanya bisa menjawab 'saya tidak tahu!'."
"Biarkan kami melewati empat laga berikutnya dan mungkin saya bisa mengatakan sesuatu yang lebih jelas," ujar pelatih asal Italia ini. (ptr)