Yamaha menjalin kerja sama selama tiga tahun dengan akademi pebalap milik Valentino Rossi. Lewat kerja sama itu, Yamaha akan menjadi mitra resmi serta pemasok motor untuk akademi pebalap tersebut.
Lewat kerja sama tersebut, Yamaha bakal menyuplai hingga 26 motor R-Series dan YZ-Series untuk akademi tersebut. Akademi itu berbasis di Misano, Italia tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lewat akademi kami bisa melakukan hal-hal menarik untuk para pebalap muda dan berbakat dan saya yakin kami tak bisa menemukan kemitraan yang lebih baik dibandingkan Yamaha untuk mengembangkan anak-anak kami segala yang dibutuhkan untuk berkembang cepat."
"Yamaha akan memerhatikan dengan dekat perkembangan karier mereka dan berharap beberapa dari mereka akan menjadi generasi berikutnya pebalap pabrikan ini di masa mendatang," kata dia.
Anak emas Rossi itu pun diyakini ikut berdampak pada kehadiran Jorge Lorenzo di tim Yamaha. Sejak insiden dalam perebutan juara dunia MotoGP 2015, Lorenzo berada dalam posisi tak enak. Insiden antara Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia disinyalir sebagai bagian ulah pebalap Repsol Honda itu membantu Lorenzo agar juara dunia.
Lorenzo sendiri belum memperpanjang kontraknya bersama tim Movistar Yamaha. Pria asal Spanyol itu akan habis kotraknya pada akhir tahun ini, dan memberi waktu kepada Yamaha hingga paruh musim. Lorenzo sendiri berharap persoalan kontraknya bisa diselesaikan sebelum seri pembuka MotoGP 2016 di Qatar, 20 Maret 2016.
"Jika kami bisa memperpanjang kontrak lebih awal, maka saya bisa lebih tenang dan membalap lebih baik. Jika saya bertahan di Yamaha, maka itu akan membantu kami berdua," ujar Lorenzo kepada Motorsport.com.
Namun, Lorenzo tidak mau memaksakan kehendak. Pebalap asal Spanyol itu akan memberi waktu kepada Yamaha hingga paruh musim ini.
"Saya siap jika kami harus menunggu hingga paruh musim untuk memperpanjang kontrak. Situasinya selalu seperti itu. Kami belum melakukan pembicaraan, tapi kami akan melakukannya segera," ucap Lorenzo. (kid)