"Bagi tubuh saya, memulihkan diri dari pertarungan saya akan memakan waktu sisa hidup saya. Saya benar-benar bersyukur mendapat banyak pertarungan dalam hidup saya," kata Mayweather seperti dikutip dari Sky Sports.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayweather memiliki rekor 49 menang tanpa terkalahkan sepanjang karier tinju profesionalnya. Ia menyamai rekor petinju Amerika lainnya, Rocky Marciano.
Mayweather mengatakan ia sekarang lebih senang menyaksikan para petinju muda, memberinya nasehat, dan mempromosikannya.
"Saya ingin para petinju muda ini memecahkan rekor saya," kata Mayweather menambahkan. "Saya pensiun dari olahraga dengan seluruh kemampuan saya. Saya tidak membiarkan olahraga memensiunkan saya."
Peluang petinju profesional masuk ke pentas Olimpiade pertama kali didengungkan Presiden AIBA (Asosiasi Tinju Internasional untuk Amatir), Dr Ching-Kuo Wo. Ia ingin menghapus peraturan yang melarang petinju profesional dengan 15 pertarungan atau lebih untuk berlaga di Olimpiade.
Usulannya ini masih menunggu persetujuan Komite Eksekutif AIBA, tapi Wu yakin bahwa "sangat mungkin" untuk mengubah peraturan tepat waktu sebelum Olimpiade Rio de Janeiro.
Namun, usulan itu mendapatkan tentangan dari publik tinju, termasuk mantan juara dunia asal Inggris, Lennox Lewis.
(kid)