Rio saat ini memang masih membutuhkan sekitar 7 juta euro (Rp102 miliar) untuk mengamankan posisinya sebagai salah satu pebalap tim Manor.
"Soal dana Rp 50 miliar itu sempat disampaikan Kemenpora, tapi pembahasannya baru pada Rapat APBNP di bulan Mei. Dan itu akan terlambat dari tenggat waktu pembayaran Rio. Kami pesimistis negara punya dana untuk tambahan di bidang olahraga dan sektor lainnya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riefky lantas menyarankan agar Kemenpora berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dalam memberikan dukungan terhadap atlet profesional indonesia, sebagai salah satu duta promosi kampanye WonderfulIndonesia.com. .
Menurutnya, hal itu memiliki peluang lebih besar untuk mendukung Rio di F1, karena Komisi X menyetujui anggaran promosi mancanegara Kementerian Pariwisata sekitar Rp3 triliun untuk mendatangkan turis asing untuk datang ke Indonesia.
Pemerintah, ucap Riefky, punya target cukup tinggi agar kehadiran turis bisa menambah pendapatan negara.
"Untuk itu, dilakukan promosi yang cukup besar di berbagai media di luar negeri, papan reklame, iklan, majalah, TV komersial, media dalam jaringan, dan seterusnya.
"Bentuk-bentuk promosi itu ada hitung-hitungannya. Apa bedanya memaparkan billboard di China, dengan menuliskan 'Wonderful Indonesia' mobil di Rio Haryanto?," ucapnya. (vws)