Sol Campbell
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Campbell menghabiskan sembilan musim di Spurs sebelum akhirnya secara mengejutkan pindah ke Arsenal di periode usia emasnya, 27 tahun, pada tahun 2001.
Sol Campbell sempat dijuluki Judas lantaran pindah dari Tottenham Hotspur ke Arsenal. (Clive Brunskill/Getty Images) |
Namun pembicaraan Campbell dan Spurs menemui jalan buntu karena Campbell menyatakan dirinya ingin klub yang bisa bermain di Liga Champions.
Sejumlah klub besar langsung berminat untuk mendatangkan Campbell, namun Campbell tanpa diduga memilih Arsenal sebagai klub berikutnya. Sejak itu pendukung Spurs memanggil Campbell dengan sebutan 'Judas'.
Di Arsenal, Campbell menuai momen-momen kesuksesan. Lima musim di Arsenal, Campbell dua kali mencicipi titel Liga Inggris dan tiga gelar Piala FA, plus sekali runner up Liga Champions.
Campbell juga jadi bagian dari skuat tak terkalahkan Arsenal musim 2003/2004.
Wenger sendiri mengakui bahwa ia setuju mendatangkan Campbell karena selama Arsenal menghadapi Campbell, Arsenal selalu kesulitan menembus pertahanan yang digalang oleh Campbell.
William Gallas
William Gallas datang ke Arsenal setelah lima musim bermain di Chelsea. Gallas menuai pujian dalam tahun-tahunnya di Arsenal karena bisa diandalkan sebagai bek tengah.
Salah satu momen unik Gallas di Arsenal adalah nomor punggung 10 yang dikenakan olehnya karena Wenger tak mau barisan striker Arsenal memakainya dan dibandingkan dengan striker legendaris Dennis Bergkamp.
Di lengan Gallas pun sempat melingkar ban kapten pada tahun 2007-2009.
William Gallas sempat menjadi kapten di Arsenal dan Tottenham Hotspur. (Paul Gilham/Getty Images) |
Kontrak Gallas usai di pengujung musim 2009/2010 dan lantaran tak ada kata sepakat, Gallas hijrah ke Spurs dengan status bebas transfer.
Saat membela Spurs, salah satu momen yang dikenang dalam karier Gallas adalah ketika dirinya jadi kapten Spurs dan membawa timnya menang 3-2 di markas Arsenal pada November 2010. Itu adalah kemenangan tandang Spurs perdana sejak tahun 1993.
Emmanuel Adebayor
Emmanuel Adebayor adalah sosok kontroversial dalam duel Derby London Utara karena ia adalah pencetak gol terbanyak di derby ini dan sukses mencetak gol saat membela dua klub tersebut.
Adebayor mencetak lima gol selama membela Arsenal dan membukukan tiga gol untuk Spurs.
Adebayor dibeli Arsenal dari Monaco pada usia 22 tahun dan sukses menjelma jadi salah satu striker berbahaya di klub tersebut.
Pada tahun 2009, Adebayor hijrah dari Arsenal dan tak langsung menyebrang ke klub rival seperti halnya Gallas. Adebayor dibeli Manchester City dengan nilai 25 juta poundsterling.
Namun karena tampil kurang impresif, Adebayor malah sempat dipinjamkan ke Real Madrid sebelum akhirnya bergabung dengan Spurs.
Karena sempat melakukan perayaan gol di depan pendukung Arsenal saat membela Man City, Adebayor jadi sosok yang semakin dibenci ketika bergabung dengan Spurs.
Adebayor selalu mendapatkan sambutan yang tak menyenangkan ketika bermain di Stadion Emirates. Seluruh pergerakan Adebayor akan diiringi oleh cemooh suporter Arsenal.
Selama membela Arsenal, Adebayor mencetak 62 gol dalam 142 pertandingan sedangkan saat berkostum Spurs, Adebayor mencatat 42 gol dari 113 laga. (ptr)
Sol Campbell sempat dijuluki Judas lantaran pindah dari Tottenham Hotspur ke Arsenal. (Clive Brunskill/Getty Images)
William Gallas sempat menjadi kapten di Arsenal dan Tottenham Hotspur. (Paul Gilham/Getty Images)