Salah satu contohnya adalah ketika suporter klub Liga Primer Inggris, Arsenal, merayakan hari Santo Totteringham sebagai sindiran untuk musuh bebuyutan mereka dari London Utara, Tottenham Hotspur.
Perayaan Santo Totteringham dilakukan para pendukung The Gunners jika posisi Arsenal di klasemen secara matematis tak mungkin dilewati Tottenham. Tradisi ini telah berjalan selama 20 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi itu sempat terlihat akan belanjut ke musim 2015/16 karena The Gunners sempat menjadi kandidat kuat peraih trofi Liga Primer. Namun kini secara perlahan-lahan posisi mereka di liga terus melorot.
Bercokol di peringkat kedua dengan 54 poin dari 28 pertandingan, posisi Tottenham jelas lebih bagus dibandingkan Arsenal yang baru meraih 51 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Dengan keunggulan tiga poin atas The Gunners, para suporter Spurs memiliki juga memiliki kesempatan untuk membalas ejekan para suporter Arsenal jika The Lilywhites mampu meraih kemenangan saat kedua tim bertemu di White Hart Lane, Sabtu (5/3).
'Pembalasan' para suporter Tottenham juga akan semakin terasa manis, jika tim asuhan Mauricio Pochettino itu mampu menggondol trofi Liga Primer musim ini.
Spurs kini hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen sementara, Leicester City, sehingga persaingan menuju tangga juara masih terbuka lebar bagi Harry Kane dkk.
Tiga poin di White Hart Lane, duduk di atas Arsenal di klasemen Liga Primer, dan kesempatan besar meraih trofi kompetisi elite Inggris itu. Musim 2015/16 bisa jadi berakhir manis bagi para suporter Tottenham.
(vws)