Pasangan wakil Indonesia itu pun membeberkan resep kemenangan pada partai pertama mereka di All England.
Salah satunya adalah dengan intensif dan cermat memelajari gaya permainan lawannya itu dari rekaman video. Maklum, kedua pasangan itu memang belum pernah bersua sebelumnya di karpet hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Koh Hendra banyak kasih masukan, harus bermain seperti apa di lapangan.”
“Di awal, kami ingiinnya menyudahi saja pertandingan. Sementara kami pola mainnya adu cepat, rupanya sesuai dengan pola lawan. Baru setelah interval kedua, kami ubah. Tetap main cepat, tapi kasih satu-satu pukulan dulu,” ucap Ricki seperti dikutip dari situs Badminton Indonesia. “Lawan jadinya tidak enak sendiri.”
Pada game kedua, Angga/Ricky sempat ketinggalan dengan skor 0-4 dan 6-9. Setelah menyamakan menjadi 10-10, mereka langsung melesat membalikkan keunggulan hingga akhirnya menang 21-13.
“Di game kedua sebenarnya sudah lumayan enak, walaupun sempat tertinggal juga. Tapi mereka justru yang terbawa pola permainan kami,” tutur Ricky.
Di babak kedua, Angga/Ricky akan menghadapi lawan antara pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Kagawa menghadapi Mark Lamfuss/Marvic Emil Seidel asal Jerman. Dua pasangan itu masih melakoni laga hingga berita ini diturunkan.
Hanya, sukse Angga/Ricky rupanya tidak diikuti pasangan Berry Anriawan/Rian Agung Saputro. Mereka kalah dari pasangan ganda putra China, Liu Xialong/Qiu Zihan, 13-21 dan 13-21. (bac)