Praveen/Debby tampil mengejutkan dengan mengandaskan pasangan asal Denmark yaitu Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan skor 21-12 dan 21-17 di final ganda campuran All England, Minggu (13/3).
Pencapaian yang diraih pasangan 'kuda hitam' asal Indonesia ini menjadi gelar pertama mereka pada level Super Series Premier. Bahkan hasil yang diraih pemain pelatnas ini mengungguli seniornya yaitu pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di All England.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meraih prestasi pada kejuaraan bergengsi ini, Praveen/Debby yang merupakan unggulan kedelapan harus bersusah payah. Apalagi pada babak semifinal harus berhadapan dengan pasangan ranking satu asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan skor 21-19 dan 21-16.
Dengan kemenangan ini, Praveen/Debby tinggal memantapkan diri untuk tampil di Olimpiade Brasil karena saat ini berada di posisi enam atau peringkat delapan untuk ranking dunia.
Jika tetap konsisten Indonesia bakal mengirimkan dua pasangan ke Olimpiade. Selain Praveen/Debby ada pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.
"Apa yang diraih oleh pasangan ini kami harapkan mampu memacu semangat pemain muda lainnya untuk lebih berprestasi lagi dan bisa masuk jajaran pemain elite dunia," ujar Imam
Untuk pemain lain, Indonesia akan mengandalkan pemain yang berada diperingkat tertinggi di antaranya pasangan Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, pasangan Greysia Polii/Nitya Khrishinda Maheswari. Sedangkan untuk tunggal putra ada nama Tommy Sugiarto. (bac)