Pasalnya, FIFA merasa dirugikan baik secara material maupun nama baik akibat ulah sejumlah mantan pejabat organisasi itu. Beberapa tersangka seperti Chuck Blazer, Jack Warner, dan Jeffrey Web, serta nama lainnya, mulai didakwa di Departemen Pengadilan AS atas dugaan suap tersebut.
"Para terdakwa ini telah menyalahgunakan kepercayaan FIFA dan organisasi sepak bola internasional yang lain dan menyebabkan kerusakan nama baik FIFA, para anggota dan komunitas sepak bola," demikian ujar Presiden FIFA terpilih, Gianni Infantino, seperti dirilis dalam situs resmi organisasi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan dari tim pengacara FIFA, pihaknya sebagai institusi korban, telah mendaftarkan Permintaan untuk Ganti Rugi ke Kantor Kejaksaan Amerika Serikat. Permintaan itu juga didaftarkan ke Kantor Pengawas Amerika Serikat di Distrik Timur New York.
"Para terdakwa ini telah mengalihkan uang ini bukan hanya dari FIFA, tapi dari para pemain, pelatih, dan fan seluruh dunia melalui program-program yang dijalankan FIFA untuk membangun dan mempromosikan sepak bola," tukas Infantino.
"Dollar-dollar ini dimaksudkan untuk membuat lapangan sepak bola, bukannya rumah mewah, kolam renang. Uang ini untuk membeli fasilitas sepak bola, bukan mobil mewah, dan perhiasan," imbuhnya, menambahkan.
"Uang ini untuk mendanai pemain muda, pengembangan pelatih, bukan menyokong kehidupan mewah dari para pengurus FIFA."
Seperti diberitakan Eurosport, otoritas Amerika Serikat menerangkan, beberapa terdakwa yang sudah mengaku bersalah berjanji akan mengembalikan uang hasil korupsi senilai US$ 190 juta, kepada FIFA. (bac)