Selebihnya, Manor memilih menggunakan empat set ban lunak dan lima set ban super-lunak.
Hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan Pirelli Sport pada 8 Maret lalu. Pemasok ban untuk balapan F1 itu memang mengumumkan secara resmi pilihan ban dari setiap pebalap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, semakin lunak jenis ban, maka mobil bisa melaju semakin kencang karena memiliki daya cengkram yang lebih tinggi. Akan tetapi, semakin lunak ban maka akan semakin cepat aus sehingga bisa memaksa pebalap masuk pitstop lebih cepat untuk melakukan pergantian.
"Ini bagian dari strategi, terutama untuk latihan bebas," kata Hunnisett lewat surat elektronik.
Replika mobil balap Formula Satu (F1) Rio Haryanto. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Aturan yang Rumit
Musim ini, Formula 1 memiliki aturan baru lebih rumit soal ban.
Pada 2015, cara masing-masing tim memilih ban bisa disederhanakan menjadi: Pirelli menyuplai empat tipe ban untuk digunakan di cuaca kering: keras, medium, lunak, dan super-lunak. Masing-masing pebalap kemudian akan memilih dua tipe untuk setiap balapan. Jika tidak terjadi hujan, maka setiap pebalap harus menggunakan kedua tipe itu ketika balapan berlangsung.
Untuk musim ini, Pirelli akan menyediakan lima pilihan tipe ban di cuaca kering, yaitu dengan penambahan tipe ultra-lunak (baru digunakan setelah GP Kanada).
Setiap pebalap memiliki maksimum 13 set untuk digunakan. Karena masing-masing sudah pasti menerima tiga set pilihan Pirelli, maka pebalap akan memilih 10 set tersisa.
Dari ke-13 set tersebut, satu set ban tipe terlunak akan digunakan untuk kualifikasi sesi 3 (Q3).
Saat balapan, Pirelli akan memilihkan dua set yang satu di antaranya wajib digunakan. Untuk GP Australia, Pirelli memilih satu set medium, dan satu set tipe lunak.
Lihat juga:Rio Antisipasi Cuaca Labil di GP Australia |
Replika mobil balap Formula Satu (F1) Rio Haryanto. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)