Sebelumnya, Vidic memutuskan pensiun dari Internazionale Milano pada usia 34 tahun, Januari lalu. Cedera yang membekapnya membuat ia tak sanggup lagi merumput di lapangan hijau.
Vidic pun mengaku banyak belajar dari mantan pelatihnya, Sir Alex Ferguson, sehingga bertekad ingin mempraktekkan ilmu yang pernah ia dapatkan. "Saya mulai berseragam tim itu (Manchester United) sejak 2006," ujar Vidic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia (Ferguson) sangat menuntut banyak dari pemainnya, tapi ia percaya kepada para pemain."
"Kamemampuannya menangani tim adalah sesuatu yang mungkin bisa saya lakukan dengan baik. Saya sangat ingin menjadi manajer di sepak bola inggris suatu hari nanti."
Apalagi, bisa menjadi manajer di mantan klubnya, Setan Marah, merupakan impian semua pemain. "Itu merupakan mimpi. Jika Anda tanya kepada pemain ManUtd untuk menjadi manajer di tim itu, mereka pasti akan menjawab 'iya', tapi saya masih jauh untuk bisa berada di sana," ucap Vidic.
Pemain yang memulai karier bersama Red Star Belgrade itu mengaku menolak tawaran tampil di Liga Sepak Bola Amerika Serikat (MLS) dan memutuskan pensiun.
Menurutnya, itu adalah keputusan yang tepat. "Saya rasa penampilan saya sudah tidak bisa 100 persen lagi. Lebih baik tidak memaksakan diri dan bisa menyebabkan cedera saya bertambah parah," ungkap Vidic.
"Tampil di Inggris adalah masa-masa terbaik saya dan saya tidak mungkin bisa kembali ke sana sebagai pemain dengan kondisi saya sekarang ini." (bac)