Pasalnya alih-alih dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap kepala pebalap jika terjadi kecelakaan, halo itu diklaim akan membuat pebalap akan sulit keluar dari kokpit jika terjadi kecelakaan. Itulah yang dinilai dalam tragedi yang menimpa Alonso andai Halo ada di mobilnya kala itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada lebih banyak risiko sesuatu menghantam kepala kita dibandingkan sesuatu terjadi ketika Anda berada dalam mobil yang terbalik. Sangat jarang sesuatu terjadi dalam situasi tersebut."
"Saya pikir akan lebih baik memiliki sistem Halo. Mereka (petugas) memang harus membalikkan mobilnya (Alonso) untuk mengeluarkannya, sehingga prosesnya akan memakan waktu lebih lama. Tapi dia baik-baik saja jadi hal itu seharusnya tak jadi masalah," ujar Button menambahkan.
Kecelakaan yang dialami Alonso usai menyenggol mobil Esteban Gutierrez itu sendiri diakui Button membuatnya cukup terkejut sekaligus terkesan dengan sistem keamanan F1 saat ini.
Pasalnya, Alonso tampak berjalan biasa seperti tak terjadi apa-apa meski mobilnya mengalami kerusakan parah.
"Saya tidak melihat insiden itu. Saya hanya melihat ada bendera merah dan tim mengatakan kedua pebalap (Alonso dan Gutierrez) baik-baik saja. Saya merasa aneh perlunya ada bendera merah, tetapi saya melihat Fernando berjalan dan setelah melihat insiden itu saya terkesan ia baik-baik saja," ujar Button melanjutkan.
"Saya pikir itu semua menunjukkan betapa jauh kita melangkah dalam hal keamanan, meski sejumlah bukti juga menunjukkan masih banyak bahaya yang mungkin terjadi." (kid)