Menurut Presiden Persija Ferry Paulus, pelatih asal Brasil itu menginginkan striker yang memiliki karakter petarung dan mobilitas tinggi. Sementara Pacho dinilai bertipikal target man atau penyerang yang lebih banyak menunggu suplai di daerah pertahan lawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pacho Meroket di Persija
Pada musim berikutnya, Pacho menjelma sebagai bomber paling subur di Tanah Air dengan torehan 25 gol dari 25 laga bersama Persebaya Surabaya. Predikat pencetak gol terbanyak ISL membuat Kelantan FA tertarik meminang Pacho di musim 2015.
Sayangnya, karier Pacho meredup di Liga Super Malaysia. Namanya pun dicoret dari daftar skuat Kelantan pada paruh musim lantaran hanya mampu membukukan sebiji gol dari 10 pertandingan.
Setelah menganggur beberapa bulan, Pacho akhirnya menerima pinangan Persija pada turnamen PJS. Namun, kontraknya diputus setelah 'Tim Jingga' tersingkir di babak delapan besar.
Pacho sempat menyatakan keinginannya untuk kembali ke pangkuan ibu kota di ajang Piala Bhayangkara. Namun, tidak disambut baik oleh pelatih Persija. Pacho pun akhirnya ditampung Persipura.
Pembuktian Wellington
Sebagai gantinya, Camargo lebih memilih merekrut striker asal Brasil, Wellington Guilherme. Namun, penyerang 23 tahun itu belum menyumbangkan gol dari dua laga Persija di Piala Bhayangkara.
Wellington wajib membuktikan diri sebagai ujung tombak yang pantas direkrut Macan Kemayoran ketimbang Pacho. Patut ditunggu apakah Wellington bisa berkontribusi maksimal saat menghadapi Mutiara Hitam pada lanjutan Grup B Piala Bhayangkara di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (23/3) sore.
Persija kini berada di urutan ketiga klasemen dengan raihan tiga poin hasil menang atas Bali United dan kalah dari PS Polri. Sementara Persipura berada di peringkat keempat dengan koleksi satu poin setelah menahan imbang PS Polri. (jun)