Terkait pergantian nama, Tigor mengatakan hal itu mutlak tergantung dari kesepakatan antara PS TNI dan Persiram. Pasalnya, PT Liga ataupun PSSI tak bisa terlibat dalam negosiasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PS TNI adalah kesebelasan amatir yang didirkan pertama kali untuk mengikuti turnamen Piala Jenderal Soedirman, ajang yang digagas Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam rangka HUT TNI ke-70 pada November 2015 hingga Januari lalu.
Kesebelasan itu kemudian akan mengikuti Indonesian Soccer Championship, kompetisi yang digelar PT Gelora Trisula Semesta. Hal ini juga dikonfirmasi oleh pembina PS TNI Kajas Kostrad Kolonel Inf Asep Djunaedi.
"Ya, ikut ISC. Nanti menggunakan nama PS TNI," kata Asep ketika dihubungi CNNIndonesia.com. Asep lalu mengatakan proses perubahan Persiram menjadi PS TNI sendiri masih diurus banyak pihak sehingga belum bisa diurai secara jelas.
ISC A sendiri adalah divisi teratas yang diperuntukkan bagi klub-klub yang semula berlaga di Liga Super Indonesia. Nama Persiram Raja Ampat terdapat di daftar 18 klub yang mengikuti ISL 2015 sebelum dihentikan di tengah jalan karena kisruh sepak bola nasional.
Beda Proses Akuisisi
Sebelumnya Tigor sempat menjelaskan mengenai prosedur proses kepemilikan klub di Indonesia.
Berdasarkan aturan, terdapat tiga opsi pengambilalihan sebuah klub, yakni ownership (pergantian kepemilikan), partnership (mitra kerja), dan sponsorship (perjanjian sponsor).
Pergantian kepemilikan terjadi bila pihak yang mengakuisisi klub mengambil alih sepenuhnya klub tersebut sehingga memiliki kekuasaan penuh untuk menjalankan klub itu.
Sedangkan partnership bersifat rekanan lantaran kegiatan pengelolaan klub akan dijalankan secara bersama-sama. Opsi terakhir, sponsorship, terjadi ketika satu pihak sekedar menjadi sumber dana sebuah klub. (vws)