Petinju dengan rekor bertarung 35 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah itu mengatakan, pertarungan di Uruguay mendatang bukan mempertahankan gelar tetapi sudah ke tingkat dunia.
"Tetapi untuk lebih jelasnya nanti akan ada konferensi pers di Jakarta pada Kamis (31/3)," kata petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat 10 Juni 1987 tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menjadi juara kelas ringan WBO Asia Pasifik, Daud Yordan sempat merebut gelar juara dunia kelas ringan IBO setelah menang atas petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela, di Australia, 6 Juli 2013. Ia kemudian sempat mempertahankan gelar tersebut dengan mengalahkan petinju Afrika Selatan Sipho Taliwe, di Australia, 6 Desember 2013.
Sebelum berkecimpung di kelas ringan, Daud Yordan juga sempat menjadi juara dunia kelas bulu IBO saat menang dengan KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva, di Singapura, 5 Mei 2012.
Ia sempat mempertahankan gelarnya sekali, setelah menang atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev, di Singapura, 9 November 2012, sebelum akhirnya kalah dari petinju Afrika Selatan lainnya, Simpiwe Vetyeka, di Jakarta, 14 April 2013.
Tiga kali kekalahan yang diderita Daud Yordan selama kariernya di dunia tinju tersebut selain dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka, juga dari petinju Indonesia Chris John, dan petinju Panama Calestino Caballero di Amerika Serikat.
(antara/kid)